Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label 勇気のグループ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 勇気のグループ. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Oktober 2013

Keluarga dalam Bahasa Jepang

"かぞく" atau Keluarga dalam bahasa Jepang


1. Panggilan untuk Keluarga Kandung

Sofu (そふ)          : Kakek
Soba (そば)         : Nenek
Oji (おじ)             : Paman
Oba (おば)           : Bibi
Itoko (いとこ)      : Sepupu
Chichi (ちち)        : Ayah
Haha (はは)         : Ibu
Ani (あに)            : Kakak laki-laki
Ane (あね)           : Kakak Perempuan
Otōto (おとうと) : Adik laki-laki
Imōto (いもうと) : Adik perempuan




2. Anggota Keluarga Oranglain

Ojiisan (おじいさん)     : Kakek
Obaasan (おばあさん) : Nenek
Ojisan (おじさん)         : Paman
Obasan (おばさん)      : Bibi
Otōsan (おとうさん)   : Ayah
Okaasan (おかあさん) : Ibu
Oniisan (おにいさん)   : Kakak laki-laki
Oneesan (おねえさん) : Kakak perempuan
Otōtosan (おとうとさん) : Adik laki-laki
Imōtosan (いもうとさん) : Adik perempuan






Itu dia pelajaran kita hari ini ya minnasan(^O^)
Semoga bermanfaat~





•note: Pengunjung yang terhormat, PAKAILAH BAHASA SENDIRI JIKA INGIN MENG-COPY. ATAU SERTAKAN LINK HALAMAN INI BILA MENG-COPY. SELURUH ISI DARI BLOG INI SUDAH MENDAPATKAN HAK CIPTA DARI PEMILIK.
Jadilah seorang warga negara yang mentaati peraturan. Terimakasih
Published: By: Unknown - 4:24 AM

Selasa, 08 Oktober 2013

Ungkapan dan salam bahasa jepang sehari-hari

SALAM PERTEMUAN (atta oki)

Ohayō gozaimasu : selamat pagi
Konnichiwa          : selamat siang
Konbanwa           : selamat malam



SALAM PERPISAHAN (wakareru toki)

Oyasuminasai     : Selamat tidur/istirahat, selamat malam
Sayonara            : Selamat tinggal
Ja(dewa) mata    : Sampai jumpa
Mata atode         : Sampai jumpa nanti
Mata ashita         : Sampai jumpa besok
Mata raishū         : Sampai jumpa minggu depan



Ungkapan “Lama tidak jumpa ya”, yaitu:
O-hisashiburi desu ne
Gobusata shite imasu
Gobusata shite orimasu

O-genki desuka   : Apa kabar?
Hai, genki desu    : Ya, baik.


SALAM KETIKA MAKAN (taberu toki)

Itadakimasu                : Selamat makan!
Gochisōsama deshita : Sudah kenyang


SALAM SETELAH BEKERJA (shigoto ga owatta toki)

Otsukaresama deshita : Selesai kerja/sudah letih bekerja.
Dōmo, mata ashita      : Terima kasih, sampai jumpa besok lagi!


SALAM KETIKA PERGI (iku toki)

Ittekimasu               : Aku pergi
Itterasshai               : Selamat jalan


SALAM KETIKA DATANG (kuru toki)
Tadaima                 : Aku pulang
Okaerinasai            : Selamat datang


UNGKAPAN SEHARI-HARI (hibi no hyōgen)
Arigatō gozaimasu     : Terimakasih
Sumimasen                : Maaf/Permisi
Onegai shimasu         : Mohon Bantuannya
Shitsurei shimasu       : Permisi
O-tanjōbi, omedetō    : Selamat ulang tahun!
Go-kekkon, omedetō : Selamat menempuh hidup baru!
o-shōgatsu, omedetō : Selamat tahun baru!







•note: Pengunjung yang terhormat, PAKAILAH BAHASA SENDIRI JIKA INGIN MENG-COPY. ATAU SERTAKAN LINK HALAMAN INI BILA MENG-COPY. SELURUH ISI DARI BLOG INI SUDAH MENDAPATKAN HAK CIPTA DARI PEMILIK.
Jadilah seorang warga negara yang mentaati peraturan. Terimakasih

Published: By: Unknown - 4:41 PM

Tata Cara Ojigi dan Jikoshokai

OJIGI



1. Pengertian Ojigi
Ojigi adalah salah satu kegiatan dalam budaya orang Jepang untuk melakukan penghormatan bagi orang lainnya/sesuatu dengan cara membungkukkan diri.

Ada dua jenis ojigi :

A. ritsurei (??) yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.


B. zarei (??).adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk.
Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan:


1. saikeirei, adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih

2. keirei, yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat

3. eshaku, adalah membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat
Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.

Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat tangan.


2. Tata cara Ojigi
Berdiri dengan sikap sempurna seperti dalam baris berbaris di hadapan orang/sekelompok orang atau benda, kemudian tundukkan/condongkan tubuh mulai dari pinggang ke atas sehingga dapat ditarik garis lurus mulai dari kepala hingga pinggang secara horisontal

Lakukanlah berulang-ulang untuk dapat menghayati orang Jepang melakukannya.


3. Waktu melakukan Ojigi
Beberapa kondisi dalam melakukan ojigi :

- Saat memperkenalkan diri

- Saat meminta maaf

- Saat membalas ojigi, dll


JIKOSHOKAI

1. Pengertian Jikoshokai
Jikoshokai adalah tradisi memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang dan tata cara budaya jepang

2. Tata cara Jikoshokai
Berdiri dengan sikap sempurna, lakukan ojigi, ucapkan beberapa hal mengenai diri sendiri.

3. Kosakata Jikoshokai
Watashi wa ..... (Saya .....)
Namae (Nama)
Kara (Asal/dari)
Kimashita (Datang)

4. Contoh Jikoshokai
berdiri tegak, ucapkan salam, lakukan ojigi, ucapkan kalimat perkenalan dengan kosakata yang telah dipelajari.

Contoh kalimat :
Watashi no namae wa .. desu.

ザカルタ (Jakarta) kara kimashita.






•note: Pengunjung yang terhormat, PAKAILAH BAHASA SENDIRI JIKA INGIN MENG-COPY. ATAU SERTAKAN LINK HALAMAN INI BILA MENG-COPY. SELURUH ISI DARI BLOG INI SUDAH MENDAPATKAN HAK CIPTA DARI PEMILIK.
Jadilah seorang warga negara yang mentaati peraturan. Terimakasih
Published: By: Unknown - 4:29 PM

Jumat, 04 Oktober 2013

Aneka Ragam Festival dan Budaya Jepang

Obon
Festival atau tradisi orang Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur. Obon dilakukan setiap tanggal 15 Agustus, tapi ada juga yang merayakannya tanggal 15 Juli.. Orang Jepang percaya bahwa roh orang yang telah mati akan mengunjungi keluarganya setiap 2 tahun sekali. Kesempatan ini juga dijadikan orang-orang untuk pulang kampung. Untuk menutup perayaan Obon biasanya orang-orang menarikan tarian Bon’odori bersama-sama.



Tanabata
Disebut juga festival bintang. Festival ini juga dilakukan di China dan Korea. Dirayakan setiap tanggal 7 Juli. Perayaan ini berkaitan dengan cerita Gadis Penenun dan Laki-laki Penggembala yang saling mencintai. Mereka diijinkan menikah oleh Raja Langit. Tapi setelah menikah mereka menjadi malas. Raja Langit memisahkan mereka. Mereka dipisahkan oleh sungai Amanogawa (galaksi Bimasakti) dan hanya dapat bertemu satu tahun sekali. Gadis Penenun berada di bintang Vega dan Laki-laki Penggembala berada di bintang Altair. Pada tanggal tersebut Bintang Altair dan vega paling mudah dilihat. Pada perayaan Tanabata, anak-anak sekolah dan pasangan yang sedang berpacaran menuliskan keinginan, harapan, dan cita-cita masa depan di atas Tanzaku (kertas persegi panjang). Tanzaku kemudian digantung di dahan-dahan pohon bambu bersama-sama dengan hiasan beraneka warna agar keinginan yang dituliskan menjadi terkabul.


  
Shichi-go-san
Festival untuk mendoakan anak perempuan yang genap berusia 3 dan 7 tahun serta anak laki-laki yang genap berusia 5 tahun. Saat shichi-go-san anak-anak pergi ke kuil Shintō bersama orang tuanya untuk didoakan. Festival ini dilaksanakan setiap 15 November.













Hinamatsuri
Festival anak perempuan. Diadakan setiap tanggal 3 Maret. Di rumah orang Jepang yang mempunyai anak perempuan yang masih kecil biasanya dipajang boneka pasangan pengantin (Hina ningyō). Fungsi boneka tersebut adalah sebagai tempat pembuangan kejelekan. Maksudnya, segala hal buruk yang menimpa anak perempuan diharapkan dapat berpindah ke dalam boneka tersebut.




Setsubun
Diperingati setiap 3 Februari. Saat Setsubun ada tradisi melempar kacang kedelai u ntuk mengusir setan. Biasanya mereka mengucapkan “Oni wa soto! Fuku wa uchi!” (Setan di luar! Kebaikan di dalam!)











Chanoyu
Upacara minum teh. Dalam upacara ini, diperlihatkan pembuatan teh dari teh dalam bentuk bubuk sampai menjadi minuman. Prosesnya sangat lama dan aturannya sangat ketat. Kita harus duduk bersimpuh selama kurang lebih 2 jam.








•note: Pengunjung yang terhormat, PAKAILAH BAHASA SENDIRI JIKA INGIN MENG-COPY. ATAU SERTAKAN LINK HALAMAN INI BILA MENG-COPY. SELURUH ISI DARI BLOG INI SUDAH MENDAPATKAN HAK CIPTA DARI PEMILIK.
Jadilah seorang warga negara yang mentaati peraturan. Terimakasih


Published: By: Unknown - 8:31 AM

Aneka ragam budaya Jepang (Matsuri 祭)


Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.
Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.
Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.
Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.


Sejarah
Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.
Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.

Tiga matsuri terbesar

* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)

Matsuri yang terkenal sejak dulu

Daerah Tohoku

* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)

Daerah Kanto

* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)

Daerah Chubu

* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)

Daerah Kinki

* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)

Daerah Chugoku dan Shikoku

* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)

Daerah Kyushu

* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)


Pengertian lain

Dalam bahasa Jepang, kata "
matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).

Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.

Festival dan Matsuri yang lain


* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus)












•note: Pengunjung yang terhormat, PAKAILAH BAHASA SENDIRI JIKA INGIN MENG-COPY. ATAU SERTAKAN LINK HALAMAN INI BILA MENG-COPY. SELURUH ISI DARI BLOG INI SUDAH MENDAPATKAN HAK CIPTA DARI PEMILIK.
Jadilah seorang warga negara yang mentaati peraturan. Terimakasih
Published: By: Unknown - 2:20 AM